Senin, 28 November 2011

Jangan Tidur Berlebihan, Berbahaya...!!!!

Sulit tidur atau insomnia memang tidak baik untuk kesehatan. Tapi kalau kelebihan tidur, atau istilahnya oversleeping (disebut juga hipersomnia) ternyata juga tak baik untuk tubuh kita. Nah, apa saja penyebab seseorang terkena oversleeping atau hipersomnia?
Bagaimana tidur kamu hari ini? Merasa kurang atau berlebih?
Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan “lawannya”, yakni oversleeping(kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.
Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.
Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?
• Sleep apnea, jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.
• Narcolepsy, masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.
• Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.
• Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.
Apa dampak oversleeping bagi kesehatan?
• Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.
• Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.
• Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.
• Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.
• Nyeri punggung. Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.
• Kematian. Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).
Apa pilihan pengobatan untuk mengatasi oversleeping?
Tidur yang lama biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika gejala yang muncul menandakan adanya gangguan yang lebih serius. Pada kasus-kasus tersebut, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu. Masalah terbesar mereka yang punya kebiasaan tidur lama adalah menyesuaikan jadwal harian untuk waktu tidur. Jika tidak memenuhi kuantitas tidur yang dibutuhkan, mereka biasanya akan merasa kesal dan mengalami kelelahan pada keesokan harinya. Mereka juga menghadapi masalah dalam hubungan sosial.
Tips mengatasi oversleeping:
• Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan Anda ke realitas, bahkan dari tidur Anda yang paling dalam.
• Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah Anda terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm Anda.
• Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh Anda teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat Anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.
• Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan Anda mengalami oversleeping.


10 Teori dan Penjelasan Tentang Fenomena Segitiga Bermuda



Asal Kata Segitiga Bermuda, seperti yang kita sebut hari ini, diciptakan oleh penulis Vincent Gaddis pada tahun 1964 ketika ia menulis sebuah cerita sampul untuk majalah Argosy tentang menghilangnya Penerbangan 19 secara misterius. Juga dikenal sebagai 'Segitiga Setan' atau 'Pulau Setan',

Menurut banyak ilmuwan hari ini, bagaimanapun, batas-batas misteri itu didefinisikan antara fantasi dan fiksi.

Segitiga Bermuda sangat dikenal sebagai tempat dimana kapal-kapal dan pesawat telah menghilang secara lebih misterius , tapi mengapa? Berikut adalah sepuluh alasan yang banyak diyakini orang tentang Segitiga Bermuda dengan reputasi sebagai pusat cerita misteri,mungkin tentang penculikan mahluk asing , kapal hantu, monster laut, portal waktu, dan kegilaan serta kekacauan lainnya.


10. Sisa teknologi dari kota Atlantis yang hilang


Dari berbagai klaim tentang Segitiga Bermuda, salah satu dugaan bahwa itu adalah lokasi kota Atlantis yang hilang, Edgar Cayce meramalkan bahwa pada tahun 1968 arkeolog akan menemukan pintu masuk ke kota Atlantis tenggelam di dekat Bimini di Segitiga Bermuda. Pada saat itu batu yang membentukn dinding ditemukan terbenam secara disengaja di sebuah pulau di Bahama dan banyak yang beranggapan ini adalah bukti dari kota Atlantis yang hilang .

Menurut legenda, kota Atlantis mempunyai pembangkit energi dari kristal dimana sampai hari ini masih mengirimkan gelombang energi,karena lokasi kristal yang terkubur di bawah laut yang menyebabkan kapal dan pesawat akan terganggu pada peralatan navigasinya.

Teori konspirasi hari ini juga berspekulasi tentang sebuah pangkalan militer di bawah air yang dikenal sebagai Underwater Area 51, salah satu alasan untuk misteri di Segitiga Bermuda.


9. Mesin Waktu


Teori ini masuk di nomor 9 karena kurangnya bukti yang serius,. Beberapa laporan mengatakan bahwa sebanyak 1.000 jiwa telah hilang dalam 500 tahun terakhir dan bahwa lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat telah hilang dalam 1 abad terakhir. Angkatan Laut AS dan Coast Guard mengatakan ada bukti kegiatan yang tidak biasa di daerah tersebut, tetapi perjalanan waktu?

Dugaan ini masih luas beredar meskipun fakta bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu daerah yang paling diperdagangkan di dunia dan karenanya jumlah penghilangan seharusnya tidak signifikan menurut Angkatan Laut.

Namun, orang percaya ada yang berpikir Segitiga Bermuda memiliki 'lubang biru' dianggap sisa-sisa lubang cacing mana alien lintas dimensi melakukan perjalanan ke Bumi. Teori ini sekarang ada dicetuskan oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon dalam “electronic fog” yang memiliki kualitas waktu perjalanan.


8. Penculikan Oleh Alien


Teori Penculikan Alien di segitiga bermuda ada di nomor 8 karena teori itu begitu populer namun sepertinya tidak mungkin.

Kecelakaan 'misterius' di daerah itu meningkat pada tahun 1967 dengan press release oleh National Geographic Society merinci fenomena aneh di dalam dan sekitar Segitiga.

Tentu saja penculikan alien bukan dugaan, tapi orang-orang segera mulai mengisi kekosongan dengan penjelasan seperti alien mengganggu peralatan navigasi untuk menculik orang.

Kabut psikedelik tahun enam puluhan mulai diangkat sebagai isu saat orang-orang pindah ke 70-an, tetapi gagasan alien berlanjut lama setelah tahun 60-an menjadi memori transendental.

Sebuah pencarian besar di darat dan laut dilakukan untuk untuk menemukan 5 torpedo bomber Angkatan Laut yang menghilang saat melakukan penerbangan rutin serta pesawat penyelamat yang hilang setelah dikirim untuk mencari kru yang hilang.

Penerbangan 19 terdiri dari 13 awak, dan sampai sekarang korban dan puing-puing pesawat tidak pernah diketemukan , termasuk pesawat penyelamat yang terdiri dari 14 orang lainnya yang bermaksud menjadi tim pencari.


7. Serangan yang disengaja untuk menghancurkan


Jauh lebih masuk akal, meski jauh lebih tragis, adalah serangan yang disengaja untuk penghancuran..

Meskipun dalam penerbangan 19 tadi, tidak ada bukti untuk dugaan bahwa pesawat hilang hilang karena serangan yang disengaja , banyak yang percaya ini adalah alasan bagi banyak pesawat dan kapal hilang lainnya di daerah Segitiga Bermuda.

Tindakan penghancuran sengaja mencakup tindakan perang dan pembajakan. Catatan dalam file musuh selama Perang Dunia telah mendokumentasikan banyak kerugian, dan orang-orang yang tidak tercatat, banyak yang diasumsikan telah tenggelam oleh salah satu perampok permukaan atau kapal selam.

Pembajakan oleh Bajak laut, perompak, atau bahkan penyelundup obat bius.
Sampai hari ini banyak catatan peristiwa tentang hilangnya kapal karena pembajakan di laut terbuka meskipun Kapten Blackbeard si bajak laut legendaris itu sudah lama tiada


6. Gas Metan


Salah satu Penjelasan tentang segitiga bermuda sebagai laut pemangsa misterius adalah Gas Metan

Teori ini telah difokuskan pada kehadiran bidang besar gas alami yang disebut metana. Percobaan laboratorium telah membuktikan bahwa gelembung metana memang bisa menenggelamkan kapal dengan mengurangi kepadatan dari air dengan puing-puing dasar laut dan busa yang sangat mungkin untuk naik ke permukaan untuk kemudian dengan cepat menggulingkan kapal

Teori ni memiliki bukti tambahan dengan peristiwa letusan 'gunung lumpur' yang dapat menghasilkan air berbusa yang tidak lagi mampu memberikan daya apung yang memadai untuk kapal menyebabkan mereka tenggelam sangat cepat tanpa peringatan.

Telah diketahui dari percobaan bahwa gas metana juga dapat mempengaruhi pesawat serta kapal. Publikasi oleh USGS menjelaskan tentang persediaan besar hidrat bawah laut di seluruh dunia. Tetapi menurut dokumen lainnya, tidak ada rilis besar gas diyakini telah terjadi di Segitiga Bermuda selama 15.000 tahun terakhir.(Tidak ada rilis atau benar-benar tak ada catatan?)


5. Medan Magnet


Kecelakaan aneh di Segitiga Bermuda telah dikaitkan dengan bukti masalah kompas dan navigasi, membuat bidang geomagnetik sebagai kasus nyata, dan teori masuk akal untuk penghilangan yang terjadi di Bermuda. Masalah dengan peralatan magnetik dari medan geomagnetik adalah 5 dari sepuluh alasan utama Segitiga menjadi begitu membingungkan.

Banyak teori bahwa ada anomali magnetik di daerah dan bahwa wilayah ini karena salah satu dari hanya dua tempat di bumi di mana kutub utara dan magnet utara membujur yang dapat menhasilkan bervariasi hasil pada peralatan navigasi.

Dalam kaitannya dengan teori 'kabut elektronik' oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon, badai elektromagnetik yang kuat dari dalam bumi menembus ke permukaan dan datang ke atmosfir meninggalkan kabut di belakangnya.


4. Variasi Arus Teluk


Arus Teluk hampir seperti sebuah sungai dalam laut yang berasal dari Teluk Meksiko dan mengalir melalui Selat Florida ke Atlantik Utara. Ini mencakup 40 sampai 50 mil-luas wilayah dan dapat membawa puing-puing hingga kecepatan permukaan 5,6 mil per jam untuk 2-4 simpul arus,dan hal ini tergantung pada pola cuaca.

Arus Teluk dapat dengan mudah memindahkan pesawat atau kapal tentunya, dan selanjutnya, Segitiga Bermuda termasuk sebagai beberapa palung alut terdalam di dunia, yang terdalam mendekati hampir 10.000 meter di bawah laut. Kapal tetap sangat mungkin ditelan oleh laut ke parit jika tidak oleh arus.

Tanpa diduga gelombang tinggi juga telah dilaporkan hingga delapan puluh meter di luar Arus Teluk, menambah sulitnya mencari kapal dan pesawat hilang di laut

3. Gelombang dan Perubahan Cuaca Yang Cepat


Badai Karibia Atlantik menghasilkan cuaca tak terduga dan pusaran air dalam area Segitiga Bermuda menjadi salah satu penyebab terbesar misteri lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda .

Menurut Norman Hooke yang bekerja untuk Lloyd's Maritime Information Services di London, "Segitiga Bermuda tidak ada." Kata Dia bukan insiden, tapi berhubungan dengan kecelakaan oleh cuaca.

Badai destruktif di daerah tersebut terdokumentasi dengan baik begitu juga dengan gelombang besar yang tiba-tiba yang menenggelamkan kapal . Penelitian satelit terbaru telah membuktikan satu gelombang tunggal mencapai setinggi 80 kaki atau lebih tinggi di daerah laut terbuka.


2. Human Error 


Disorientasi spasial dan kebingungan sensorik adalah jarang dilakukan pilot tetapi menjadi alasan yang nyata untuk kecelakaan pesawat terbang (87 % disebabkan human eror)Juga fakta bahwa Segitiga Bermuda menjadi daerah yang ramai lalu lintasnya, daripada di daerah lain, menyebabkan kecelakaan lebih banya terjadi.

Kesalahan manusia kemungkinan besar nomor satu yang menjadi penyebab kematian di bermuda tapi ada sesuatu yang lebih besar benar-benar penyebab dari segala spekulasi.


1. Mitos dan Ramalan
Satu-satunya penjelasan adalah tidak ada penjelasan, Segitiga Bermuda didasarkan pada takhayul oleh imajinasi manusia abad ke-20 menjadi kecenderungan banyak orang condong percaya pada misteri di segitiga bermuda

Sebagai contoh Penulis mengambil klaim tua tentang dongeng pelaut,legenda dan bahkan catatan oleh Christopher Columbus pada daerah tersebut memiliki "lampu aneh yang menari-nari di cakrawala" "api di langit" dan "kompas aneh" dan bumbu-bumbu kata-kata mendayu-dayu lain untuk memperindah dan menambah misteri .

Hari ini diyakini bahwa apa yang Columbus amati sebagai api yang menari-nari ternyata adalah "ulah" suku primitive Taino yang sedang memasak / menyalakan api di atas kano mereka di dekat pantai.
Pembacaan kompas yang kacau karena adanya salah perhitungan dari gerakan bintang tertentu, dan api di langit itu sebenarnya adalah meteor jatuh ke bumi yang mudah dilihat saat di laut.

Menurut Kamus skeptis, banyak bencana yang diklaim telah terjadi di daerah itu sebenarnya tidak terjadi di Segitiga Bermuda. dan Misteri sebenarnya adalah mengapa segitiga Bermuda bisa dianggap sebagai Laut yang misterius.

hari ini meskipun daya pikat misteri di segitiga bermuda telah terungkap dan dipatahkan oleh banyak penjelasan ilmiah oleh peneliti dan ilmuwan yang kredibel dibidangnya, namun cerita misteri tentang Bermuda tetap ada di hati banyak orang... mungkin karena orang membutuhkan sekedar mitos fiksi untuk sisi imajinasi manusia yang tak terbatas.



Senin, 14 November 2011

KEKUATAN BAHAN TEKNIK (DASAR)

Kekuatan bahan dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang kekuatan suatu konstruksi, baik mesin (Teknik Mesin) maupun maupun gedung dan bangunan (Teknik Sipil). Suatu konstruksi dapat dikategorikan bagus dan dapat dipertanggung jawabkan (accountable) apabila telah dihitung berdasarkan ilmu kekuatan bahan secara benar.
Dalam ilmu kekuatan bahan akan dipelajari tentang banyak hal misalnya : jenis pembebanan yang diberikan, gaya-gaya yang bekerja didalamnya, tegangan-tegangan yang terjadi, jenis bahan dan kasus pembebanan yang diberikan sampai menentukan tegangan yang diizinkan sehingga seorang Engineer dapat menentukan jenis bahan, dimensi dan mengontrol kekuatan suatu konstruksi mekanik sesuai dengan fungsi dari ilmu kekuatan bahan itu sendiri.
Secara garis besar fungsi dari ilmu kekuatan bahan yakni :
1. Menentukan dimensi yang proporsional (Apabila beban dan bahan diketahui atau ditentukan).
2. Menentukan beban maksimum (Apabila dimensi dan bahan diketahui atau ditentukan).
3. Menentukan bahan yang sesuai atau cocok (Apabila beban dan dimensi diketahui).
4. Mengontrol kekuatan bahan (Apabila beban, dimensi dan bahan diketahui) dengan melakukan comparisson study antara tegangan yang terjadi dengan tegangan yang diizinkan.1.

I. Gaya Dalam
Gaya Dalam ialah gaya yang terjadi didalam suatu elemen konstruksi (batang) sebagai akibat adanya pengaruh gaya dari luar. Gaya dalam diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yakni :
a. Gaya normal (gaya aksial) yakni gaya dalam yang bekerja tegak lurus terhadap penampang potong atau sejajar dengan sumbu batang.
b. Gaya tangensial (gaya melintang) yakni gaya dalam yang bekerja sejajar dengan penampang potong atau tegaklurus terhadap sumbu batang.
II. Pembebanan
Jika ditinjau dari arahnya (beban) dan akibatnya terhadap komponen yang menahannya, pembebanan dikategorikan menjadi 5 jenis, yaitu :
a. Pembebanan Tarik yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan garis sumbu atau tegak lurus terhadap penampang potong berorientasi kerja keluar (menjauh) sehingga mengakibatkan batang atau elemen konstruksi mengalami perpanjangan.
b. Pembebanan Tekan yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan garis sumbu atau tegak lurus terhadap penampang potong berorientasi kerja kedalam (menuju) sehingga mengakibatkan batang atau elemen konstruksi mengalami perpendekan.
c. Pembebanan Bengkok yakni apabila gaya yang bekerja dengan jarak tertentu terhadap penampang potong yang mengakibatkan momen bending pada batang atau elemen konstruksi tersebut.
d. Pembebanan Geser yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan penampang potong atau tegak lurus terhadap garis sumbu yang mengakibatkan elemen kontruksi (batang) mengalami pergeseran.
e. Pembebanan puntir yakni apabila gaya yang bekerja sejajar penampang potong dengan jarak radius tertentu terhadap sumbu batang (garis sumbu) yang mengakibatkan momen puntir .
III. Tegangan
Apabila suatu gaya dalam ditahan oleh penampang batang maka didalam penampang batang tersebut akan mengalami adanya tegangan. Tegangan ialah besarnya gaya yang diberikan per satuan luas penampang. Ditinjau dari arah gaya dalam yang terjadi, tegangan diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Tegangan Normal yakni tegangan yang terjadi karena pengaruh dari Gaya Normal
b. Tegangan Tengansial yakni tegangan yang terjadi karena pengaruh Gaya Tangensial
Sedangkan menurut jenis pembebanan yang diberikan, tegangan diklasifikasikan menjadi :
1. Tegangan Tarik
2. Tegangan Geser
3. Tegangan Tekan
4. Tegangan Puntir
5. Tegangan Bengkok
Apabila didalam satu penampang terjadi lebih dari satu jenis tegangan dengan waktu yang bersamaan, dalam hal ini terjadi Tegangan Gabungan yang didefinisikan sebagai penjumlahan dari kuadrat Tegangan (Normal) dengan hasil kuadrat atas konversi tegangan - Tegangan (Tangensial) yang dikalikan tiga. Kemudian hasil penjumlahan tersebut di Akar kuadratkan sehingga akan diperoleh nilai Tegangan Gabungan. Besarnya konversi tegangan tergantung dari jenis dan kasus pembebanan.

Dengan Sains Menangkap Realitas Alam Semesta


Pemahaman manusia tentang alam semesta mempergunakan seluruh pengetahuan di bumi, berbagai prinsip-prinsip, kepercayaan umum dalam sains (seperti ketidakpastian Heisenberg tentang pengukuran simultan dimensi ruang dan waktu), serta berbagai aturan untuk keperluan praktis. Melalui sebuah kerangka besar gagasan yang menghubungkan berbagai fenomena (teori relativitas umum, teori kinetik materi, teori relativitas khusus) coba dikemukakan satu penjelasan. Berbagai hipotesa, gagasan awal atau tentatif dikemukakan untuk menjelaskan fenomena. Tentu gagasan tersebut masih perlu diuji kebenarannya untuk dapat dikatakan sebuah hukum.
Dunia fisika membahas konsep energi, hukum konservasi, konsep gerak gelombang, dan konsep medan. Pembahasan Mekanika pun sangat luas, dari Mekanika klasik ke Mekanika Kuantum Relativistik. Mekanika Kuantum Relativistik mengakomodasi pemecahan persoalan mekanika semua benda, Mekanika kuantum melayani persoalan mekanika untuk semua massa yang kecepatannya kurang dari kecepatan cahaya. Mekanika Relativistik memecahkan persoalan mekanika massa yang lebih besar dari 10-27 kg dan bagi semua kecepatan. Mekanika Newton (disebut juga mekanika klasik) menjelaskan fenomena benda yang relatif besar, dengan kecepatan relatif rendah, tapi juga bisa dipergunakan sebagai pendekatan fenomena benda mikroskopik.
Mekanika statistik (kuantum klasik) adalah suatu teknik statistik untuk interaksi benda dalam jumlah besar untuk menjelaskan fenomena yang besar, teori kinetik dan termodinamik. Dalam penjelajahan akal manusia di dunia elektromagnet dikenal persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan kelakuan medan elektromagnet, juga teori tentang hubungan cahaya dan elektromagnet. Dalam pembahasan interaksi partikel, ada prinsip larangan Pauli, interaksi gravitasi, dan interaksi elektromagnet. Medan menyebabkan gaya; medan-gravitasi menyebabkan gaya gravitasi, medan-listrik menyebabkan gaya listrik dan sebagainya. Demikianlah, metode sains mencoba dengan lebih cermat menerangkan realitas alam semesta yang berisi banyak sekali benda langit (dan lebih banyak lagi yang belum ditemukan).
Pengetahuan tentang luas alam semesta dibatasi oleh keberadaan objek berdaya besar, seperti Quasar atau inti galaksi, sebagai penuntun tepi alam semesta yang bisa diamati; selain itu juga dibatasi oleh kecepatan cahaya dan usia alam semesta (15 miliar tahun). Itulah sebabnya ruang alam semesta yang pernah diamati manusia berdimensi 15-20 miliar tahun cahaya. Namun, banyak benda langit yang tak memancarkan cahaya dan tak bisa dideteksi keberadaannya, protoplanet misalnya. Menurut taksiran, sekitar 90% objek di alam semesta belum atau tak akan terdeteksi secara langsung. Keberadaannya objek gelap ini diyakini karena secara dinamika mengganggu orbit objek-objek yang teramati, lewat gravitasi.
Berbicara tentang daya objek, dalam kehidupan sehari-hari ada lampu penerangan berdaya 10 watt, 75 watt dan sebagainya; sedangkan Matahari berdaya 1026 watt dan berjarak satu sa* dari Bumi, menghangatinya. Jika kita lihat, lampu-lampu kota dengan daya lebih besarlah yang tampak terang. Menurut hukum cahaya, terang lampu akan melemah sebanding dengan jarak kuadrat, jadi sebuah lampu pada jarak 1 meter tampak 4 kali lebih terang dibandingkan pada jarak 2 meter, dan apabila dilihat pada jarak 5 meter tampak 25 kali lebih redup.
Maka, kemampuan mata manusia mengamati bintang lemah terbatas. Ukuran kolektor cahaya juga akan membatasi skala terang objek yang bisa diamati. Untuk pengamatan objek langit yang lebih lemah dipergunakan kolektor atau teleskop yang lebih besar. Teleskop yang besar pun mempunyai keterbatasan dalam mengamati obyek langit yang lemah, walaupun berhasil mendeteksi obyek langit yang berjuta atau bermiliar kali lebih lemah dari bintang terlemah yang bisa dideteksi manusia. Pertanyaan lain muncul: Apakah semua objek langit bisa diamati melalui teleskop? Berapa banyak yang mungkin diamati dan dihadirkan sebagai pengetahuan?
Makin jauh jarak galaksi, berarti pengamatan kita juga merupakan pengamatan masa silam galaksi tersebut. Cahaya merupakan fosil informasi pembentukan alam semesta yang berguna, dan manusia berupaya menangkapnya untuk mengetahui prosesnya hingga takdir di masa depan yang sangat jauh, yang akan dilalui melalui hukum-hukum alam ciptaan-Nya. Pengetahuan kita tentang hal tersebut sangat bergantung pada pengetahuan kita tentang hukum alam ciptaan-Nya; sudah lengkap dan sudah sempurnakah, ataukah baru sebagian kecil, sehingga mungkin bisa membentuk ekstrapolasi persepsi yang salah?
Sampai di batas mana manusia bisa membayangkan dan menjangkaunya? Bagaimana kondisi awal, bagaimana kondisi sebelumnya, bagaimana kondisi 5 miliar tahun ke depan, bagaimana kondisi 50 miliar tahun ke depan dan seterusnya? Apakah pengetahuan agama akan memberi jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut? Alam semesta yang megah akan runtuh, akan hancur, tapi entah bagaimana prosesnya, dan ada apa setelah kehancuran itu? Kita kembali kepada Allah untuk mencari jawaban-Nya, karena Dia adalah zat Maha Mengetahui atas segala ciptaan-Nya, dan manusia hanya diberi pengetahuan-Nya sedikit.

Selasa, 15 Desember 2009

Bumi dan Planet-Planet Lainnya


Dimulai dari planet Bumi: sebuah wahana yang ditumpangi oleh bermiliar manusia. Kecerdasan spiritual manusialah yang akan memberi makna perjalanan di alam semesta ini; perjalanan antargenerasi selama bermiliar tahun tanpa tujuan akhir yang diketahui pasti, yang gratis dan tak berujung, hingga waktu kehancurannya tiba.
Namun Bumi masih terlalu kecil dibandingkan Matahari, sebuah bola gas pijar raksasa, lebih dari 1.250.000 kali ukuran Bumi dan bermassa 100.000 kali lebih besar. Bumi yang tak berdaya, tertambat oleh gravitasi, terseret Matahari mengelilingi pusat Galaksi lebih dari 200 juta tahun untuk sekali edar penuh. (Lalu apa rencana secercah kehidupan kita dalam pengembaraan panjang ini? Sangat sayang bila kita tidak sempat melihat kosmos hari ini. Sangat sayang kita tidak berencana sujud dan berserah kepada Tuhan Yang Mahakuasa.)
Pengiring Matahari lainnya adalah planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, asteroid, komet dan sebagainya. Ragam wahana dalam tata surya itu berupa sosok bola gas, bola beku, karang tandus yang sangat panas; semuanya tak terpilih seperti planet Bumi. (Lalu, mengapa wahana yang tersebar di alam semesta yang sangat luas itu tak semuanya mudah atau layak dihuni oleh kehidupan?)
Putaran demi putaran waktu berlalu, kehancuran wahana bermiliar manusia akan menghampiri perlahan tapi pasti. Namun, berbagai pertanyaan manusia tentang misteri alam semesta masih belum atau tak berjawab. Berbagai upaya rasionalitas manusia telah dikerahkan dan pengetahuan bertambah, namun misteri alam semesta itu terus menjadi warisan bagi generasi berikutnya.
Penjelajahan akal manusia mendapatkan fakta-fakta penyusun alam semesta, mulai dari dunia atom, planet, tata surya, hingga galaksi dan ruang alam semesta yang berbatas galaksi-galaksi muda. Dengan itu, pengetahuan manusia merentang dalam dimensi panjang 10-13 hingga 1026 meter, yang merupakan batas fakta-fakta yang dapat diperoleh dalam dunia sains. Pada abad ke-21 manusia masih berambisi untuk menyelami dunia 10-35 meter (skala panjang Planck) atau 10-20 kali lebih kecil dari penemuan skala atom pada dekade pertama abad ke-20. Begitu pula dimensi lainnya seperti waktu, energi, massa, rentangnya meluas dari yang lebih kecil dan lebih besar.
Tentang rentang waktu alam semesta, manusia mendefinisikan berbagai zaman (dan zaman transisi di antaranya): Zaman Primordial, ketika usia alam semesta antara 10-50 hingga 105 tahun, Zaman Bintang, (106 - 1014 tahun), Zaman Materi Terdegenerasi, (1015 - 1039 tahun), Zaman Black Hole, (1040 - 10100 tahun), Zaman Gelap ketika alam semesta menghampiri kehancurannya dan Zaman Kehancuran Alam Semesta, ketika materi meluruh. Tanpa fakta-fakta dan ilmu yang diketahui manusia (atas izin Allah), akhirnya manusia hanya bisa berspekulasi dan tak bisa mendefenisikan berbagai keadaan, misalnya sebelum kelahiran alam semesta dan setelah kehancuran.
Penjelajahan akal manusia bisa menggapai penaksiran hal-hal berikut: jumlah partikel (di Matahari 1060 atau di Bumi 1050), energi ikat (antara Bumi dan Matahari sebesar 1033 Joule), energi radiasi matahari sebesar 1026 watt, energi Matahari yang diterima Bumi sebesar 1022 Joule, energi yang diperlukan manusia per tahun sebesar 1020 Joule, energi penggabungan inti atom, fissi 1 mol Uranium sebesar 1013 Joule, energi yang dihasilkan 1 kg bensin sebesar 108 Joule. Sebuah anugerah yang besar bagi manusia, walaupun melalui proses yang panjang.

Rabu, 25 November 2009

Kelahiran Ruang-Waktu dan Jagat-Raya


P
ada tahun 1915 Albert Einstein telah mem-perhitungkan bahwa Jagat Raya kita tidak Statis, tapi mengembang. Sayang sekali kenyataan bahwa Jagat Raya mengembang tersebut sulit diterima oleh para Kosmolog pada saat itu.


Edwin Huble di Observatorium California Mount Wilson  pada tahun 1929 melihat dengan yakin bahwa galaksi-galaksi di luar Bimasakti menjauh dari kita dengan kelajuan yang sebanding dengan jarak dari bumi, artinya semakin jauh suatu galaksi semakin cepat dia menjauh. Sebuah galaksi berjarak sekitar 10 milyar tahun cahaya akan menjauh dengan laju 200.000 km/detik atau 0,6 kali laju cahaya dan yang paling sukar difahami adalah kenyataan bahwa hal ini terjadi pada semua arah! Laju setinggi itu untuk benda semasif galaksi amat sukar untuk dijelaskan melalui model-model Jagat Raya yang ada saat itu. Huble meramalkan bahwa Jagat Raya kita mengembang.



Persoalan ini menjadi jelas ketika seorang kosmolog Belgia LemaitrL (1931) mengajukan model kosmos yang mengembang. Menurut LemaitrL gerak galaksi adalah bukti bahwa Jagat Raya mengembang. Akhirnya seorang fisikawan Rusia Alexander-Friedmenn memutuskan bahwa Jagat Raya kita memang mengembang. Model Jagat Raya yang mengembang ini disebut Friedmenn dengan istilah expanding universe. Untuk lebih memahaminya, Jagat Raya dapat dianggap sebagai permukaan balon yang membesar. Karena bagian-bagian di permukaan balon ini saling memisah sebagai akibat dari pemompaan atau penggelembungan, hal ini berlaku juga untuk obyek-obyek di ruang angkasa yang saling memisah sebagai akibat dari terus bertambah luasnya alam semesta.

“Dan langit (singular) itu kami bangun dengan kekuasaan kami, dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya”.
(QS:Adz Dzariyaat 47)

Pada tahun 1940-an George Gamow melahirkan konsep Ledakan Dahsyat Panas (The Hot Big-Bang Model). Konsep ini merupakan kelanjutan dari konsep LemaitrL. Gamow menyatakan bahwa masa dini kosmos ditandai dengan suhu dan rapatan yang amat tinggi, namun kemudian suhu dan rapatan itu menurun seiring dengan gerak muaian alam semesta.

Gamow berkesimpulan bahwa sekitar 15 milyar tahun yang lalu galaksi-galaksi di seluruh Jagad-Raya yang diperkirakan ada 100 milyar dan masing-masing rata-rata berisi 100 milyar bintang itu pada awalnya adalah sesuatu yang padu yang kemudian meledak dengan sangat dahsyat. Teori Big-Bang menunjukkan bahwa pada awalnya, semua obyek di Jagat Raya merupakan satu bagian yang padu dan kemudian mengembang dan terpisah-pisah.

“Dan tidakkah orang yang kafir itu mengetahui bahwa sesunguhnya langit (plural) dan bumi itu dulunya sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan keduanya ..”
(QS: Al-Anbiya' 30)

Jagat Raya yang bertambah luas itu bisa menunjukkan bahwa dulunya Jagat Raya  berasal dari suatu titik. Perhitungan menunjukkan bahwa titik tunggal itu mengandung materi yang mempunyai volume nol dan kerapatan yang tak terhingga. Ledakan yang luar biasa dahsyatnya ini menandai awal dimulainya Jagat Raya. Meluasnya Jagat Raya itu merupakan salah satu bukti terpenting bahwa Jagat Raya diciptakan dari ketidakadaan.

Tatkala alam mendingin, karena ekspansinya, sehingga suhunya merendah melewati 1.000 trilyun-trilyun derajat, pada umur 10-35 detik, terjadilah gejala "lewat dingin". Pada saat pengembunan tersentak, keluarlah energi yang memanaskan kosmos kembali menjadi 1.000 trilyun-trilyun derajat, dan seluruh kosmos terdorong membesar dengan kecepatan luar biasa selama waktu 10-32 detik. Ekspansi yang luar biasa cepatnya ini menimbulkan kesan seolah-olah alam kita digelembungkan dengan tiupan dahsyat sehingga ia dikenal sebagai gejala inflasi
Karena materialisasi dari energi yang tersedia, yang berakibat terhentinya inflasi, tidak terjadi secara serentak, maka di lokasi-lokasi tertentu terdapat konsentrasi materi yang merupakan benih galaksi-galaksi yang tersebar di seluruh kosmos. Jenis materi apa yang muncul pertama-tama di alam ini tidak seorang pun tahu; namun tatkala umur alam mendekati seper-seratus sekon, isinya  terdiri  atas  radiasi  dan partikel-partikel sub-nuklir.

Pada saat itu suhu kosmos adalah sekitar 100 milyar derajat dan campuran partikel dan radiasi yang sangat rapat tetapi bersuhu sangat tinggi itu lebih menyerupai zat-alir (Fluida) daripada zat padat sehingga para ilmuwan memberikan nama Cosmos Soup. Antara umur satu detik dan tiga menit terjadi proses yang dinamakan nukleosintesis; dalam periode ini atom-atom ringan terbentuk sebagai hasil reaksi fusi-nuklir.

 “Kemudian Dia menuju pada penciptaan Langit (singular),
dan Langit saat itu berupa Uap, ..”.
(QS. Fushshilat: 11).

Sekitar 380.000 tahun setelah Big-Bang, proton dan elektron bergabung membentuk atom Hidrogen Netral. Jumlah elektron bebas berkurang. Karena partikel penyebarnya (elektron) berkurang, maka penyebaran cahaya atau radiasi juga berkurang. Jadi, Jagat Raya sekitar 380.000 tahun setelah Big-Bang menjadi transparan. Permukaan bola pada jarak 380.000 tahun setelah Big-Bang disebut “permukaan penyebaran terakhir” atau surface of last scattering.

Kalau kita melihat ke surface of last scattering (berarti ke masa 380.000 tahun setelah big bang), di balik surface of last scattering tidak dapat kita lihat karena Jagat Raya waktu itu tidak transparan. Jagat Raya mulai dari surface of last scattering hingga kita transparan. Dari surface of last scattering itu kita melihat radiasi yang berasal dari Big-Bang yang dikenal sebagai latar belakang gelombang mikrokosmik atau Cosmic Microwave Background disingkat CMB.
Pada tahun 1948, ahli astrofisika kelahiran Rusia, George Gamow, mengemukakan bila kita melihat cukup jauh ke alam semesta, maka kita akan melihat radiasi latar belakang sisa dari Big-Bang. Gamow menghitung bahwa setelah menempuh jarak yang sangat jauh, radiasi itu akan teramati dari Bumi sebagai radiasi gelombang mikro.

Pada tahun 1965, Arno Penzias dan Robert Wilson sedang mencoba antena telekomunikasi milik Bell Telephone Laboratory di Holmdel, New Jersey. Mereka dipusingkan oleh adanya desis latar belakang yang mengganggu. Mereka mengecek antena mereka, membersihkan dari tahi burung, tetapi desis itu tetap ada. Mereka belum menyadari desis yang mereka dengar itu berasal dari tepi Jagat Raya. Penzias dan Wilson menelepon astronom radio Robert Dicke di Universitas Princeton untuk minta pendapat bagaimana mengatasi masalah itu. Dicke segera menyadari apa yang didapat kedua orang itu. Telaah oleh Dicke dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa radiasi itu tidak lain adalah radiasi sisa masa muda kosmos seperti yang diharapkan Gamow. Segera setelah itu dua makalah dipublikasikan di Astrophysical Journal. Satu oleh Penzias dan Wilson yang menguraikan penemuannya, satu oleh Dicke dan timnya yang memberikan interpretasi. Penzias dan Wilson memperoleh Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1978.

Penemuan CMB itu dikukuhkan oleh satelit Cosmic Background Explorer (COBE) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pengukuran oleh satelit Cobe itu menunjukkan temperatur CMB yang hanya 2,725 derajat Kelvin. Satelit COBE memetakan radiasi itu di segala arah dan ternyata semuanya uniform sampai ketelitian satu dibanding 10.000. Kalau kita mempunyai mata yang peka pada CMB, maka langit seperti dilabur putih, sama di semua arah, mulus sempurna tidak ada noda-nodanya.
Ini sesuai dengan prinsip dasar kosmologi bahwa Jagat Raya ini isotropik dan homogen; seragam di semua arah. Yang kita lihat adalah surface of last scattering.

Sedemikian seragamnya CMB hingga hanya alat yang sangat sensitif dapat melihat adanya fluktuasi atau ketidakseragaman pada CMB. Untuk itu, NASA telah meluncurkan satelit antariksanya, Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), yang lebih cermat daripada COBE untuk mempelajari fluktuasi itu. Dengan mempelajari fluktuasi itu, diharapkan kita dapat mengetahui asal mula galaksi-galaksi dan struktur skala besar Jagat Raya dan mengukur parameter-parameter penting dari Big-Bang. Radiasi yang menyebar secara serbasama dan isotropik itu sejauh ini menjadi landasan untuk ketepatan model Ledakan Dahsyat memaparkan masa muda alam semesta. Maka kosmologi masa kini pun bertumpu pada model Ledakan Dahsyat sebagai paradigma utamanya.


Nobel Fisika 2006 semakin me-ngukuhkan teori Big-Bang. Dua ilmuwan antariksa AS John C Mather dan George F Smoot meraih penghargaan Nobel Fisika 2006 dengan penemuannya Teori Gelombang Kejut Energi Pasca terjadinya Big-Bang. sejumlah petunjuk menyangkut bagaimana dan kapan galaksi pertama terbentuk juga sedikit banyak berhasil diungkap.

Penelitian mereka mengarah pada radiasi CMB. Ini merupakan gelombang kejut energi yang dikeluarkan dari ledakan dan masih memancarkan radiasi melintasi angkasa yang terus berkembang sementara batas-batas semesta meluas. Radiasi itu memiliki suhu 2,725o K. Dalam kondisi itu, secara perlahan terbentuklah spektrum elektromagnetik, bernama blackbody yakni pola petunjuk energi dari sebuah benda yang mendingin.

Radiasi CMB terjadi bersamaan ketika temperatur di jagad raya semakin rendah yang menciptakan hidrogen atom pada saat 380.000 tahun setelah Big-Bang terjadi. Proses tersebut pada akhirnya memisahkan materi dan senyawa. Dari susunan materi tersebut maka terbentuklah Bintang serta Galaksi. Menurut Prof. Michael Rowan-Robinson, Ketua Royal Astronomical Society Inggris, bahwa temuan itu berhasil mendemonstrasikan secara tepat spektrum blackbody dari CMB dan fluktuasi radiasi kosmik dalam permulaan Jagat Raya.
 

Sabtu, 14 November 2009

Mencegah perubahan alam


Agar tidak timbul bencana, sudah seharusnya manusia menjaga agar alam ini tetap seimbang dan stabil. Hutan tidak di gunduli, tambang tidak disedot habis-habisan, udara tidak dicemari. Peraturan dan pengaturan yang ketat akan sia-sia manakala manusia tidak menyadari perilaku jahatnya dapat mengakibatkan efek kehancuran.

Dari sinilah timbul korelasi bencana dengan sifat alam dan manusia sebagai pelaku pemicu bencana. Dengan demikian bencana dapat terjadi manakala manusia bersifat serakah, mengejar harta berlebihan, rakus dan sifat jelek lainnya.

Dengan demikian kita bisa menyusun pertanda terjadinya bencana besar adalah munculnya penjahat-penjahat besar (tokoh) dan mengutamakan keserahakan sebagai sifat berteman dengan jin. Atau kesimpulan berikut ini tidaklah salah : "Alam yang tidak ramah akibat manusia yang bersifat jahat, korupsi muncul dimana-mana, penjahat merajalela, manusia menjadi ganas dan memakan manusia lainnya". Alam tidak bisa di bohongi !

Pembahasan manusia sebagai titik sentral penyebab bencana akhirnya melahirkan sifat dasar dorongan berbuat jahat yakni bentuk roh yang tidak stabil. Mengapa bentuk roh tidak stabil ? karena melupakan bentuk stabil itu !. Dari sinilah peran agama dibutuhkan untuk mengembalikan manusia pada bentuk dasarnya yang stabil yakni ingat kepada Allah dan condong berbuat baik, sehingga menjadi cahaya bagi masyarakat dan alam ini

Bagi pelaku alam yang memiliki roh bentuk tidak stabil (selalu melakukan kejahatan), maka akibat bencana itu adalah azab, sedangkan bagi roh yang stabil maka bencana itu adalah ujian. Beberapa manusia diselamatkan dari bencana itu, bertujuan untuk menerangkan kepada manusia agar selalu berbuat baik.

Hal ini sangat masuk akal ketika bencana pun melanda orang yang sedang sholat subuh di banjarnegara januari 2006. Bukankah perjalan hidup ini adalah menjaga hidup ini seperti bayi lagi (tanpa dosa) atau secara bahasa simbol adalah selalu berpola abadi 1-2-2-1-3. Hal yang masuk akal bahwa yang selamat adalah universal tanpa memandang ras, suku dan agama tertentu, sebaliknya juga adalah masuk akal jika korban adalah manusia tanpa memandang ras, suku dan agama tertentu.

Orang yang menang adalah ketika datang bencana entah menjadi korban atau tidak selalu dalam keadaan seperti bayi yang baru di lahirkan, sifat ini terlahir sebagai sifat untuk melarang orang-orang berbuat jahat.

Bagaimana gempa bumi, gunung meletus, kabut asap dan bencana lainnya adalah ulah manusia ? . Penjelasan ini sangat masuk akal saat kita tidak tahu bahwa penyakit kulit itu berdampingan dengan penyakit kelamin. Ketika orang suka pergi ke PSK, maka terjadi perubahan pada dirinya dari bentuk stabil menjadi bentuk tidak stabil atau sudah tidak stabil, kemudian menumpuk ketidakstabil. Ef ek dari kepergian ke PSK, maka tubuh beradaptasi dan lahirlah penyakit kulit. Bagaimana hubungan kulit dan kelamin muncul ? tidak lain karena mahluk kecil yang bernama virus.

Bayangkan tubuh tadi adalah satu sistem yang saling ketergantungan, roh dengan kelamin dan kulit tidak berubungan sama sekali, namun ketika tubuh bereaksi untuk adaptasi terhadap perubahan yang dilakukan oleh dorongan roh untuk ke PSK, maka fisik akan berpengaruh.

Sama halnya alam ini adalah satu sistem kesatuan yang seimbang, saat manusia melakukan aktifitas yang berlebihan maka untuk adaptasi ini alam melakukan keseimbangan baru. Sebab kabut asap adalah ulah manusia, sebab lumpur lapindo adalah ulah manusia, sebab gempa bumi-pun adalah ulah manusia yang tidak secara langsung karena menganggu keseimbangan alam.

Lalu kalau tidak ada manusia, apakah tidak ada gempa bumi, tidak ada gunung meletus ? Jawaban ini cukup mudah di mengerti saat manusia bukanlah satu-satunya pelaku ketidak seimbangan alam ini. Bumi sendiri yang sedang bergerak menuju pada kestabilan baru setelah parameter diubah. Artinya parameter itu datangnya secara alami, bertujuan untuk keseimbangan baru agar pelaku alam menjadi lebih aman dengan melepaskan 'sesuatu' (gempa, gunung meletus) sehingga keseimbangan baru muncul, akhirnya bumi selamat dari kehancuran global.

Adalah aneh yang terjadi pada manusia, saat bencana muncul tidak melihat penyebab asal, namun lebih pada ketakutan dirinya sendiri, sehingga menggantungkan dirinya pada sesuatu yang lebih tinggi. Penuhanan gunung, bumi dan simbol-simbol lain adalah bentuk gambling umat manusia terhadap ketakutan dirinya menghadapi pergerakan alam.

Jika mengacu pada bentuk keseimbangan alam, tentu umat manusia tidak perlu kuatir, namun yang lebih penting bagaimana menjaga alam ini, sehingga umat manusia tidak semakin parah menuju pada kehancuran. Secara individu adalah bentuk keseimbangan roh dengan mengingat keabadian atau menghadirkan nama Allah dalam roh masing-masing sebagai dorongan berbuat baik adalah merupakan cahaya bagi pelaku alam lain. Secara negara, maka menghindari munculkan bentuk tidak stabil dominan (tokoh berbuat jelek) adalah sangat penting, jangan sampai di permukaan terlihat bersih, namun di dalam sangat kotor. Alam tidak bisa di bohongi !


Alam tidak bisa di tipu, sama halnya ketika manusia sudah sering kencan dengan PSK, maka bentuk anatomi tubuh juga ikut beradaptasi. Mata tidak bisa di tipu ketika mata manusia jelalatan saat melihat gadis, atau karena sering nonton porno, maka wajah manusia tidak memancarkan cahaya, namun lebih memancarkan nafsu. Alam tidak bisa di tipu saat banyak terjadi bencana, maka di situlah atau di dalam situlah terjadi masalah besar akibat pola manusia, walau terlihat bersih

Runtutan Bencana


Kebarakaran di tahun 2006 yang semakin menggila adalah bentuk adaptasi alam terhadap ganasnya cuaca panas di indonesia. Gempa bumi yang berturut-turut dan gunung meletus merupakan pertanda terjadinya pergeseran lempeng mencari bentuk kestabilan baru.

Bayangkan saja sebuah bejana air 100 ml kemudian di rebus untuk mendidih diperlukan energi 10 joule dan dalam waktu 10 menit. Jika semakin banyak air, maka juga diperlukan semakin banyak energi pula, selain itu juga waktu yang dibutuhkan juga semakin lama.

Kalau di lihat dari pergerakan gunung berapi dan rententan gempa bumi, tentu kita dapat melihat secara global, bahwa di dalam bumi terjadi 'sesuatu' sebagaimana halnya rebusan air raksasa. Lumpur lapindo, merapi meletus, dan gempa bumi dalam waktu yang berdekatan seharusnya menjadi warning bagi pelaku alam, bahwa bumi sedang mencapai kestabilan baru.

Belum lagi pemuaian rel kereta api, sehingga banyak kereta api yang anjlok, merupakan inti dari pemanasan yang terjadi secara luas, saking luasnya maka tidak dirasakan oleh manusia yang berskala lokal. Manusia hanya merasakan sebagai bentuk cuaca yang 'gerah' dan panas, kemudian secara kasat mata kebakaran banyak terjadi.

Jelasnya kebakaran, gempa bumi, gunung meletus, lumpur lapindo, rel kereta melengkung, awan-awan vertikal dan melengkung, hujan badai, longsor, kabut asap adalah bentuk rumit sebagai akibat bentuk sederhana bahwa bumi sedang bergerak menuju pada bentuk kestabilan baru.

Sama halnya ketika kita kumpulkan orang seluruh dunia untuk 'buang air kecil' di suatu tempat, maka volume yang di hasilkan dapat menjadi sebuah danau. Hal yang kecil yang terpisah tidak akan terlihat efeknya secara langsung, namun jika di kumpulkan hal itu menjadi kekuatan luar biasa.

Perubahan bumi sebagai bentuk sederhana (deterministik) untuk mencapai kestabilan baru, memaksa beberapa mahluk untuk menyesuaikan diri. Mahluk yang paling cepat merasakan perubahan ini justru mahluk terkecil, sehingga tidak heran muncul virus-virus yang ganas dan termutasi karena adaptasi dari perubahan ini. Kasus flu burung boleh jadi adalah pertanda awal sebagai perubahan alam yang menuju pada bentuk kestabilan baru.

Kestabilan baru ini pun ditandai dengan lahirnya bayi-bayi aneh di indonesia yang pada tahun 2006 ini mencapai rekor, dimana mirip dengan kasus virus, bahwa perubahan alam menuju pada kestabilan baru tidak dapat dirasakan oleh manusia. Berbeda dengan pembelahan sel sebagai inti dari proses terjadinya kelahiran bayi. Dunia kedokteran 'menyalahkan' gizi atau makanan sebagai sumber penyebab munculnya bayi aneh aneh. Namun kalau melihat secara komprehensif dari bayi-bayi aneh, maka tidaklah aneh bahwa perubahan bumi sedang terjadi.


Berkaca dari dinosaurus sebagai mahluk raksasa yang tidak mengetahui sebelumnya bahwa dia akan musnah, berbeda dengan binatang komodo yang mampu bertahan dari perubahan alam yang ekstrim. Manusia adalah mahluk raksasa pada ukuran virus, sehingga ketika virus sudah memberikan sinyal adanya bentuk kestabilan alam yang baru, maka manusia belum merasakan hal itu, dan akhirnya tahu-tahu sudah di ambang masalah seperti kasus dinosaurus.

Alam tidak bisa ditipu


Oleh Eric A *)

Bencana adalah karena sifat alam yang berubah menuju pada bentuk kestabilan baru. Ketika parameter tertentu dari alam ini berubah, maka terjadilah perubahan bentuk dalam satu kesatuan sistem. Pemanasan global mengubah iklim di beberapa tempat, bahkan pencarian es di daerah kutub, banjir di banyak tempat, pemanasan inti bumi berakibat pergerakan lempeng bumi atau gempa bumi dan tekanan dari dalam bumi dengan akibat letusan gunung berapi.

Perubahan alam ini adalah rasional dan masuk akal dan bersifat universal, tidak melanda hanya orang beragama tertentu atau ras tertentu. Di berbagai tempat di belahan bumi, bencana sepertinya tidak pernah berhenti. Bagaimana mencegah bencana ? atau paling tidak bagaimana menghadapi era masa depan yang berubah ini ?

Pertanyaan tersebut sangat sulit dijawab, utamanya alam ini yang bersifat sangat kompleks dengan parameter-parameternya. Kalau kita melihat persoalan seluruhnya, rasanya tidak mungkin mencegah, menghindari perubahan alam ini. Namun jika kita anggap hal tersebut adalah bentuk stokastik (bentuk rumit) dari alam ini, maka persoalan dapat diterjemahkan secara mudah, bahkan dengan metode fraktal kita bisa bagi belahan dunia menjadi beberapa bagian.

Asumsikan kita sudah membagi wilayah menjadi beberapa wilayah, salah satunya adalah indonesia yang paling banyak terkena bencana pada tahun-tahun 2004-2007. Kemudian kita asumsikan bahwa model stabil adalah bentuk dasar alam 1-2-2-1 yakni bentuk seimbang, sedangkan selain bentuk itu adalah bentuk yang tidak seimbang.

Saat bentuk simbol itu berubah ke arah tidak stabil, maka bentuk itu akan mempengaruhi bentuk stabil lainnya dalam rangkaian sistem. Model roh dapat menjelaskan keterkaitan tidak langsung antara bentuk model dengan bentuk fisik. Anggap model roh adalah kumpulan bentuk stabil 1-2-2-1, maka dalam masa hidup, pemilik roh tidak akan mudah terserang penyakit.

Berbeda dengan banyaknya bentuk tidak stabil (suka bohong, penipu, perasaan iri, dengki, sok, sombong, pamer dsb) berada banyak di dalam roh, maka bentuk tidak stabil itu akan menjadi sebab dari berkembangnya penyakit secara fisik. Saat orang marah yang tidak terkendali (bentuk tidak stabil), maka mata menjadi merah, emosi labil dan denyut nadi bertambah keras, ujung-ujungnya adalah penyakit fisik.


Ketika bentuk tidak stabil menjadi pilihan dengan selalu memilih 1-2-'1, maka makanan yang masuk ke dalam mulut adalah makanan enak-enak dan semua kepuasan dunia yang dikejar. Efek jangka panjang adalah penyakit fisik.

Sebagai perbandingan adalah hewan yang selalu dalam bentuk kestabilan (tidak memiliki pilihan 2-kiri sehingga muncul simbol 1-2-1'), bandingkan penyakit yang terjadi pada hewan tidak sekomplek yang terjadi pada manusia. Pilihan 2-kiri itulah salah satu penyebab penyakit yang berkembang tidak terkendali. Contoh HIV/AIDS adalah salah satu penyakit akibat kelamin, berbeda dengan hewan yang hampir tidak pernah terdengar ada hewan terkena AIDS.

Perubahan kestabilan membawa akibat terjadinya bentuk kestabilan baru dengan cara penyesuaian diri (adaptasi) dari pelaku alam ini, jika pelaku alam tidak dapat beradaptasi maka terkenalah seleksi alam, sehingga pelaku alam itu musnah.

bencana alam


berbagai bencana alam terjadi mendahului peringatan International Natural Disaster Day
(14 Oktober) tahun ini. Perserikatan Bangsa Bangsa menetapkan Rabu kedua pada
bulan Oktober sebagai peringatan hari bencana alam internasional. Tujuannya
menggugah kesadaran masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah
rawan bencana, agar waspada menghadapi potensi bahaya alam yang dapat berubah
menjadi bencana bagi manusia. Bagi bangsa Indonesia peringatan tersebut sangat
penting, mengingat seluruh wilayah Indonesia masuk dalam peta rawan bencana.
Wilayah Indonesia merupakan pertemuan empat lempeng raksasa yakni, Eurasia,
Indo-Australia, Pasifik dan Filipina. Gempa bumi yang memporak-porandakan
Sumatra Barat, pekan lalu merupakan wujud nyata dari bahaya alam yang masih
berpotensi terjadi di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Realitas bencana memperlihatkan
kepada kita bahwa alam bukan saja pemberi kehidupan bagi manusia namun juga
berpotensi merenggut dan menghancurkan hidup manusia. Potensi atau risiko bahaya
(hazard) yang dikandung oleh alam dapat menjelma menjadi bencana (disaster)
ketika manusia yang hidup di lingkungan alam tidak peduli akan resiko bahaya itu.
Padahal resiko bahaya adalah bagian dari alam. Dan resiko bahaya itu akan
berubah menjadi bencana ketika ada interaksi dengan manusia.

Paradoks antara alam yang
memberi hidup dan sekaligus berpotensi menghancurkan kehidupan manusia memaksa
kita untuk sadar dan memeriksa kembali kondisi-kondisi kehidupan kita dalam
relasi dengan alam. Pertanyaan etis yang dapat diajukan menyangkut paradoks ini
adalah bagaimana manusia harus membangun sikap berhadapan dengan alam.

Prinsip "The Good Life"

Pada prinsipnya bahaya
adalah bagian dari alam. Aktualisasi bahaya alam akan bermakna bencana ketika
ada keterlibatan manusia di dalamnya. Hidup di Indonesia (terutama di bagian
Timur yang merupakan pertemuan antara empat lempeng raksasa) tentu mengadung
risiko yang berbahaya. Karena pertemuan lempeng-lempeng raksasa itu akan
mengakibatkan gempa yang dahsyat di permukaan. Risiko bahaya yang bersifat
alamiah ini tidak selalu akan menjelma menjadi bencana jika kita menyiapkan diri
untuk menghadapi risiko berbahaya yang mungkin ditimbulkannya.

Bencana alam tidak selalu
bersifat alamiah, karena bencana dapat juga dipicu oleh perilaku manusia.
Eksploitasi sumber-sumber alam secara berlebihan, ledakan jumlah penduduk yang
menuntut pemekaran tempat pemukiman ke wilayah-wilayah yang ekosistemnya rawan,
penggunaan teknologi beremisi karbon tinggi adalah perilaku-perilaku yang dapat
memicu terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya permukaan laut.
Bencana-bencana baru inilah yang siap kita tuai jika kita tidak segera
memperbaharui pola perilaku kita terhadap alam. Kita harus segera berhenti
menempatkan alam sebagai objek kesenangan belaka.

Prinsip kebaikan - the good
life-
yang menjadi prinsip etis bagi kehidupan sosial manusia harus
diperluas hingga mencakup keseluruhan alam. Perluasan prinsip the good life
yang mencakup alam berpeluang memperbaiki berbagai kerusakan yang
ditimbulkan oleh manusia.

Prinsip the good life
mengawali perubahan perhatian para filsuf dari alam ke manusia. Akibatnya
prinsip ini hanya dimaknai dalam konteks manusia dan relasinya dengan sesama
manusia. Bagi kehidupan sosial, prinsip ini menghadirkan banyak perbaikan
menyangkut hidup manusia. Prinsip etis ini mendorong lahirnya konsep-konsep baru
yang penting bagi kemanusiaan seperti pengakuan atas hak dan kebebasan individu,
sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi berbasis industri yang pada
gilirannya mengubah pola konsumsi manusia.

Pemaknaan prinsip the good
life
secara sempit jelas-jelas mengabaikan alam sebagai entitas yang tidak
bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku
manusia yang mengobjektifikasi alam berangkat dari tujuan mencapai the good
life
bagi umat manusia. Dengan alasan mencapai kebaikan hidup, manusia
menjadikan alam sebagai alat pemuasan kesenangan. The good life tidak
dipahami sebagai tercapainya kualitas kemanusiaan (quality of life) namun
lebih dipahami sebagai pencapaian standar kehidupan (standard of living).

Demi mengejar apa yang dimaknai
sebagai the good life, dalam pengertian standard of living manusia
memberikan makna baru bagi benda-benda yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhannya. Kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan primer yang harus dikejar
demi mencapai tuntutan standar kehidupan yang "layak". Rumah sebagai tempat
berteduh yang nyaman diartikan sebagai bangunan mewah yang terbuat dari beton
yang kokoh yang didirikan dikawasan perbukitan yang indah namun menyimpan
potensi bahaya karena rawan longsor.

Prinsip the good life
membutuhkan pemaknaan baru. Kebutuhan manusia pada alam memang tidak bisa
dielakkan namun kepunahan alam karena ekspolitasi berlebih yang dilakukan
manusia harus dieliminir. Dengan demikian the good life berarti
menempatkan alam sebagai mitra sejajar yang kebutuhannya juga harus dipahami.
Itu berarti manusia harus membangun budaya baru berkaitan dengan alam.

Alam sebagai Sahabat

Budaya baru yang harus
dibangun adalah budaya yang menempatkan alam sebagai sahabat manusia. Alam perlu
dipahami agar kehidupan manusia dalam dunianya tidak menuai bencana. Penafsiran
alam yang kejam harus diganti menjadi alam sebagai mitra sejajar manusia.
Alih-alih menjadikan alam sebagai objek yang harus ditundukkan sewajarnyalah
manusia menjadikan alam sebagai sahabat yang perlu dipahami dan dimengerti irama
dan pola kehidupannya. Dengan menempatkan alam sebagai sahabat manusia,
kelestarian manusia di alam menjadi lebih berpeluang.

Namun patut diingat juga bahwa
alam sebagai masa depan bukan tanpa risiko. Risiko-risiko itulah yang harus
dihadapi dengan bijaksana. Manusia yang memandang alam sebagai masa depan harus
siap menghadapi risiko bahaya yang memang merupakan kodrat alam. Membangun
budaya hidup bersama alam adalah pilihan bijak yang memberikan peluang bagi
manusia untuk terhidar dari bencana yang mungkin ditimbulkan oleh alam. Hidup
bersama dengan alam berarti manusia wajib memiliki pengetahuan yang cukup
tentang alam yang dimukiminya.

Alam dengan hukumnya berpotensi
membahayakan kehidupan manusia dan bahaya akan berubah menjadi bencana jika kita
tidak siap menghadapinya. Ratusan korban jiwa pada bencana di Sumatra tidak siap
menghadapai bahaya karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang
alam mereka dan potensi bahayanya. Reruntuhan rumah beton dan longsoran tanah
sebagai penyebab utama kematian ratusan manusia merupakan petunjuk bahwa masyara-
kat tidak memiliki pengetahuan yang cukup.

Mengembangkan budaya hidup
bersama alam adalah tuntutan yang harus segera direalisir mengingat potensi
gempa masih akan terus terjadi di tahun-tahun mendatang. Pendidikan tentang
resiko bahaya alam harus menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat kita. Dengan
pengetahuan itu masyakat tahu bahayanya membangun rumah beton yang tidak tahan
gempa atau bahayanya bermukim di wilayah rawan longsor dan sebagainya.

Relasi manusia dan alam memang
memuat risiko-risiko yang membahayakan bagi manusia. Risiko-risiko yang bersifat
alamiah itu tidak harus menjadi bencana bagi manusia jika manusia cermat
menangkap dan memahami gejala-gejala alam. Menjadikan alam sebagai sahabat
manusia membuat kita siap menghadapi risiko bahaya yang dikandung alam dan
sedapat mungkin menghindari bencana.

Jumat, 13 November 2009

Kisah Perjalanan Alam Semesta


Alam semesta merupakan sebuah daerah yang sangat besar, terisi dengan berbagai komponen yang bisa mengejutkan kita, termasuk hal-hal yang jauh dari bayangan kita. Teori kosmologi modern dimulai oleh Friedman pada tahun 1920 dan dikenal juga sebagai model kosmologi standar. Model kosmologi standar dimulai dengan prinsip di dalam skala besar, alam semesta homogen dan isotropis serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.

Bintang merupakan salah satu objek yang bisa langsung dikenali saat kita melihat langit, tentu saja disamping bulan dan planet. Bintang sendiri memiliki beberapa tipe dan kelas, namun seringnya saat melihat bintang, kita akan langsung membandingkannya dengan Matahari. Bintang-bintang yang ada di langit terikat satu sama lainnya dalam suatu ikatan gravitasi yang membentuk galaksi Bima Sakti.

Bima Sakti juga bukan satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Bima Sakti hanya merupakan satu dari miliaran galaksi yang ada dalam alam semesta teramati. Alam semesta teramati ini terdiri dari galaksi dan materi-materi lainnya yang secara prinsip bisa teramati dari Bumi saat ini. Tentunya cahaya atau sinyal lainnya dari obyek-obyek ini membutuhkan waktu untuk mencapai kita.

Tahun 1929, Edwin Hubble yang bekerja di Carniege Observatories di Pasadena, California mengukur pergeseran merah dari sejumlah galaksi jauh. Ia juga mengukur jarak relatif dengan pengukuran kecerlangan semu bintang variabel Cepheid di setiap galaksi. saat melakukan plot pergeseran merah terhadap jarak relatif, Hubble menemukan kalau pergeseran merah galaksi jauh ini meningkat dalam fungsi linear terhadap jarak. Galaksi-galaksi jauh itu bergerak saling menjauh satu sama lainnya, dan memberikan adanya gambaran kalau alam semesta ternyata tidak tetap melainkan mengembang.

Jika demikian, bisa dikatakan alam semesta di masa lalu itu jauh lebih kecil dan lebih jauh lagi ke masa lalu, alam semesta ini hanya berupa sebuah titik. Titik yang kemudian dikenal sebagai dentuman besar, sekaligus awal dari alam semesta yang bisa kita pahami saat ini. Alam semesta yang mengembang ini terbatas dalam ruang dan waktu.

Newton mengetahui bahwa jika deskripsi gravitasinya benar, maka gaya gravitasi antar seluruh partikel bermassa dalam alam semesta akan secara akumulatif membuat alam semesta runtuh. Oleh karena itu ia mengusulkan alam semesta besarnya tak hingga. Persamaan medan Einstein mengusulkan alam semesta yang dinamik (walaupun awalnya Einstein sendiri, seperti kebanyakan orang hingga 1920an, berpikir bahwa alam semesta statik.

Mengapa alam semesta ini tidak runtuh seperti prediksi Newton dan Einstein? Jawabannya tak lain karena semenjak awal terjadinya, alam semesta ini sudah mengembang. Dalam alam semesta mengembang, ada 3 solusi yang diajukan untuk memprediksikan nasib alam semesta secara kesluruhan. Nah nasib yang mana yang akan dialami tentunya bergantung pada pengukuran kecepatan mengembang alam semesta relatif terhadap jumlah materi di dalam alam semesta.

Secara umum ketiga solusi itu adalah, alam semesta terbuka, alam semesta datar dan alam semesta tertutup. Untuk alam semesta terbuka, ia akan mengembang selamanya, jika ia merupakan alam semesta datar maka akan terjadi pengembangan selamanya dengan laju pengembangan mendekati nol setelah waktu tertentu. Jika alam semesta merupakan alam semesta tertutup, ia akan berhenti mengembang dan mulai mengalami keruntuhan terhadap dirinya sendiri dan kemungkinan akan memicu terjadinya dentuman besar lainnya. Untuk ketiga solusi ini, alam semesta akan mengalami perlambatan dalam mengembang sebagai akibat dari gravitasi.

Pengamatan yang dilakukan saat ini pada supernova jauh menunjukan terjadinya pengembangan alam semesta yang mengalami percepatan, yang diakibatkan oleh keberadaan energi kelam. Tak seperti gravitasi yang memperlambat terjadinya pengembangan, energi kelam justru mempercepat pengembangan. Nah jika memang energi kelam ini memainkan peranan yang penting dalam evolusi alam semesta, maka kemungkinan yang terjadi alam semesta akan terus mengembang secara eksponensial selamanya.

Alam Semesta Dini
Namun sesungguhnya, alam semesta yang kita lihat saat ini berbeda jauh dengan masa lalu. Jika manusia mengalami yang namanya pertumbuhan dari bayi sampai dewasa, alam semesta juga demikian. Di awal sejarahnya, alam semesta merupakan daerah yang sangat panas dan padat. Suatu keadaan yang berbeda jauh dari alam semesta yang ada saat ini yang sudah sangat layak menjadi tempat hunia. Jika kita menelaah ke masa lalu, maka akan ditemukan pada saat awal sejarah alam semesta, keadaanya yang panas tidak memungkinkan adanya atom, karena elektron bergerak bebas dan pada keadaan yang lebih awal lagi, nuklei terpisah menjadi proton dan netron, dan alam semesta merupakan plasma yang luar biasa panas yang terdiri dari partikel-partikel sub nuklir. Jika kita telusuri lebih jauh lagi ke awal alam semesta maka akan ditemukan kalau alam semesta memiliki titik awal yang dikenal sebagai dentuman besar atau ledakan besar.

Jika gambaran besar alam semesta kita majukan dari Big Bang, maka akan kita temukan kalau alam semesta mengembang dari plasma yang panas dan padat menjadi alam semesta yang cukup dingin yang terlihat saat ini. Namun dalam sejarah pengembangannya, ada beberapa periode singkat saat alam semesta masih berusia sekitar 1 menit dimana proton dan netron tersintesis menjadi nuklei ( helium, deutrium, dan lithium, bersamaan dengan proton-proton tunggal yang membentuk nukeli hidrogen). Kemudian elektron bergabung dengan nuklei membentuk atom saat alam semesta berusia sekitar 370 000 tahun. Pada titik inilah alam semesta menjadi transparan dan dari radiasi foton yang lepas kita bisa mendapatkan informasi tentang alam semesta.

Peta pengamatan yang dihasilkan COBE. Peta paling bawah merupakan variasi temperatur dari radiasi latar belakang. Kredit : COBE

Pada saat alam semesta mengembang panjang gelombang mengalami pergeseran menjadi lebih panjang, sehingga temperatur radiasi menurun sampai sekitar 3 derajat Kelvin, membentuk apa yang kita kenal sebagai cosmic microwave background (CMB). CMB sendiri bisa dinyatakan sebagai emisi yang datang dari alam semesta yang masih sangat muda dan partikel berada dalam keadaan setimbang termodinamik sempurna. CMB menjadi sangat penting, karena CMB merupakan petunjuk yang membawa informasi alam semesta dini. Hasil CMB menunjukkan adanya homogenitas atau keseragaman yang tinggi dalam distribusi temperatur alam semesta.

Isi alam semesta sendiri cukup beragam, bukan hanya apa yang bisa terlihat. Dari yang terdeteksi, ternyata alam semesta ini 5% terdiri dari materi (atom yang membentuk bintang, gas, debu, dan planet). Dan ada 25 % dari alam semesta yang terisi oleh materi gelap, partikel baru yang bahkan beum bisa dideteksi oleh laboratorium manapun di bumi ini. Sementara 70% alam semesta diisi oleh energi gelap, yang terdistribusi merata dan energi ini pun masih menjadi sbeuah misteri yang tak terpecahkan bagi dunia sains. Energi gelap diperkirakan merupakan energi vakum yang tak terpisahkan dari ruang waktu atau mungkin bisa juga sesuatu yang jauh lebih eksotik dari itu.

Tampaknya model Big Bang konvensional memberikan suatu keselarasan dengan hasil observasi, selama kita memberikan suatu kondisi awal yang spesifik pada awal alam semesta yakni : alam semesta yang mengembang dengan kerapatan yang sama di semua titik dalam ruang, namun ada gangguan kecil yang menyebabkan alam semesta berkembang ke keadaan sekarang. Mengapa demikian?

Dari model kosmologi standar terdapat dua permasalahan besar yakni masalah horison dan masalah kurvatur alam semesta. Semakin dini alam semesta, kerapatannya akan mendekati kerapatan kritis, maka berapapun kerapatan alam semesta sekarang, pada alam semesta dini perbedaan kerapatannya haruslah sangat kecil. Kalau tidak, maka kita tidak akan bisa menjumpai alam semesta pada keadaan sekarang. Jika perbedaannya besar, maka untuk model alam semesta tertutup, alam semesta sudah mengalami kehancuran besar atau big crunch dan untuk model alam semesta mengembang, temperatur 3 Kelvin telah dicapai sebelum saat ini.

Sedangkan masalah horison berkaitan dengan batas sesuatu yang bisa diamati dengan yang belum teramati. Intinya, dari CMB kita temukan adanya keseragaman temperatur. Nah temperatur ini bisa seragam tentu karena adanya komunikasi antara partikel-partikel dalam alam semesta. Namun setelah kita telusuri jejak ke masa lalu, ternyata horison itu kecil dan menunjukkan kalau setelah big bang dan alam semesta mengembang partikel-partikel yang awalnya bisa saling berkomunikasi akan tidak bisa saling berkomunikasi lagi karena berada di luar horison tersebut. Nah bagaimana supaya partikel-partikel tersebut bisa saling berkomunikasi? Jawabannya perbesar horison, nah jawaban yang memungkinkan untuk kedua masalah ini adalah adanya inflasi alam semesta.

Inflasi alam semesta. Kredit : guidetothecosmos.com

Apa itu Inflasi? Inflasi alam semesta merupakan pengembangan alam semesta secara eksponensial dalam waktu yang sangat singkat saat alam semesta dini. Bahkan satu kedipan matapun lebih lambat dari inflasi alam semesta. Inflasi terjadi dalam waktu kurang dari 1 detik. Cepat sekali bukan? Mengapa perlu adanya inflasi?

Inflasi diperlukan untuk memecahkan masalah kurvatur alam semesta maupun masalah horizon. Dengan adanya inflasi maka horizon alam semesta bisa diperbesar sampai keadaan dimana partikel-partikel berada dalam lingkup horizon dan bisa slaing berkomunkiasi. Selain itu dengan pengembangan alam semesta secara tiba-tiba (eksponensial) maka setelah alam semesta mengalami inflasi, setelah itu ia akan mengembang mengikuti model standar dan pada akhirnya bisa mencapai keadaan saat ini. Tanpa inflasi evolusi alam semesta mungkin sudah mencapai masa akhirnya (kehancuran besar untuk alam semesta tertutup) atau kondisi dimana temperatur alam semesta mencapai suhu 3 K terjadi jauh sebelum sekarang.

Namun sampai saat ini belum ada model inflasi yang pasti. Berbagai model inflasi masih terus dikembangkan. Alam semesta memang menyimpan segudang misteri untuk dipecahkan, namun setiap satu misteri terungkap akan muncul misteri baru. Ruang waktu seperti sebuah jajaran teka teki yang menanti manusia untuk mengisi setiap jawaban.

Artikel Terkait

Format: Paperback, 302 halaman Penerbit: Kanisius Pengarang: A. Gunawan Admiranto Harga : Rp.60.0...

Pada tanggal 15-16 Januari 2009, para astronom dari seluruh dunia berkumpul di Paris untuk memul...

Untuk apa belajar Astronomi? Tidak jauh berbeda dengan ilmu pasti alam lainnya, dengan astronomi ses...

Tagged as: alam semesta, alam semesta mengembang, big bang, inflasi